cermin..

Untuk kesekian kalinya, entah apa yang membuatmu lari, kau begitu rapuh..

tidakkah kau dengar apa yang kukatakan ‘seperti apapun warna hidup yang ingin kau jalani, warnailah hari ini, sebelum permainan ini selesai’.Kau telah terlalu sibuk dengan masa lalu, hingga tak lagi kau kenali siapa dirimu..
Dan kau pun menangis, lagi..’mengapa?’ hanya itu yang selalu terucap di bibirmu,
tlah begitu bosan ku dengar kau mengeluh,
tentang hidup yang blur karena sekian tinta tumpah di kanvas putihmu,
dan sayangnya kau tak mampu menyalahkan siapapun; sekedar untuk membeladiri,
kau terlalu mencintai dirimu sendiri, hingga saat dia pergipun, kau masih mencintainya,
meski untuk itu, kau cukupkan hanya Dia yang tau.
hhhh…Tidakkah kau lelah dengan semua ini, sampai kapan?
sampai aku tak lagi mau menemanimu?begitu?
tentu tidak bukan?karena terlanjur kau melepas hidupmu diteras yang selalu ku bersihkan,
dari sisa tangismu, dari usang ceritamu, dan kau tau aku takkan pernah marah, dan aku tak mungkin pergi, karena akulah dirimu, akulah yang memungut semua yang kau buang dan selalu rapi melipat kembali kenanganmu, agar tak kau lihat lagi ia terbeber kaku menjamah kecantikan parasmu, karena akulah cinta serta bencimu,
berjanjilah untuk bahagia,
sungguh, aku tak tega melihatmu dengan kenangan itu, berjanjilah demi aku dan dirimu, kita, i, me&my self..
Mungkin kau lupa, aku masih menyimpan ini untukmu ..”Barangsiapa yang tidak ridho terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah tuhan selain Aku..”(HR. Bukhori dan Muslim),
Liha!!, tidakkah harusnya tangismu terurai karena ini, bukan karena apa dan siapa.
Berjanjilah untuk bahagia..demi aku,segumpal darah itu, akulah hatimu..


About this entry